15. Tuduhan Itu Datang

2409 Kata

Sherry mengangkat gelas terakhir dari rak pengering, meletakkannya di atas meja, lalu jarinya berhenti. Ada yang mengganjal di tengkuknya, bukan nyeri, bukan pegal. Tapi sensasi aneh seperti ada mata yang menatap dari belakang. Ia menoleh perlahan. Teddy duduk di sofa tua ruang tamu, di tempat yang sama pria itu tidur. Posisinya tidak berubah, tubuhnya yang sedikit berisi bersandar di sandaran yang sudah robek, satu kaki disilangkan di atas lutut, tangan kiri menggantung lemas di samping. Tapi matanya. Matanya terbuka lebar, menatap ke arah dapur. Ke arah Sherry. Sherry mengerjap. Ini aneh. Biasanya di jam segini, ayahnya masih tertidur pulas dengan dengkuran keras yang menggema di seluruh rumah. Kadang ia terbangun saat Sherry hendak berangkat kerja, itupun hanya untuk meminta kopi at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN