42. Keputusan

2389 Kata

Sherry mempercepat langkahnya begitu melihat sosok kurus yang berdiri di pagar pembatas dermaga, memandang lautan lepas. Jaket biru lusuh, rambut yang sedikit lebih panjang dari biasanya karena belum sempat dipotong, dan bahu yang sedikit membungkuk, seperti beban yang terlalu berat untuk anak seusianya. David. Ia tidak tahu sejak kapan adiknya ada di sini. Meninggalkannya tanpa pesan, hanya menghilang begitu mereka selesai berbicara tentang masa depan yang tidak pasti. Sherry berdiri tepat di sebelah David, ikut memandangi lautan. Ombak bergulung pelan, burung camar terbang rendah di atas permukaan air, dan di kejauhan, kapal-kapal nelayan bergerak lambat meninggalkan dermaga. Mereka berdiri dalam diam beberapa saat, hanya ditemani suara ombak dan angin laut yang berbisik di telinga.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN