31. Harapan

2296 Kata

Pagi di rumah kecil di ujung Oak Avenue itu terasa hangat. Bukan karena pemanas ruangan, malah rumah tua itu tidak memiliki pemanas sentral seperti rumah-rumah modern, tapi karena cahaya matahari yang masuk melalui jendela-jendela kaca tebal, menyinari lantai kayu yang baru dipel, menciptakan garis-garis keemasan di dinding yang baru dicat. Sherry meletakkan piring berisi sarapan ke meja kayu bundar di dapur, roti panggang dengan selai stroberi buatan sendiri, telur orak-arik yang masih mengepulkan uap, dan segelas s**u hangat untuk Aleta, kopi hitam untuk David, teh untuk dirinya sendiri. Aleta sudah duduk di kursinya, menikmati sarapan. David baru saja keluar dari kamarnya, rambutnya acak-acakan, matanya masih sedikit sayu. Ia menguap lebar sambil berjalan ke meja, tas sekolahnya suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN