7. Sempurna

1437 Kata

Sherry duduk di kursi putar menghadap cermin besar. Di sekelilingnya, tiga wanita dengan seragam putih sibuk menyiapkan alat-alat yang tidak ia kenal. Rambutnya sudah terurai, karet hitam yang mengikatnya seharian penuh akhirnya dilepas. Ia menatap bayangannya di cermin. Wajahnya pucat, matanya sayu, lingkaran hitam di bawah mata terlihat jelas di bawah lampu terang. Di sampingnya, di kursi lain, tergeletak jubah putih lembut yang harus ia kenakan. "Kamu beruntung," kata salah satu wanita sambil membuka botol berisi cairan berwarna krem. "Nyonya Mueller sangat jarang membawa orang ke sini. Apalagi sampai meminta perawatan lengkap." Sherry tidak menjawab. Ia menatap tangannya di pangkuan, tangannya yang kasar, dengan kuku pendek yang tidak pernah sempat ia rawat. Ia teringat amplop cokl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN