"Tiffany, bangun." Aileen tampak berjalan dengan langkah cepat mengikuti tenaga medis yang sedang mendorong brankar Tiffany menuju ruangan IGD. "Silahkan menunggu di luar." Aileen dihentikan oleh perawat ketika dia akan memasuki ruang IGD. Terpaksa dia menunggu dengan cemas di depan ruangan itu. Karena merasa tungkainya lemas, Aileen memutuskan untuk duduk. Sejak tadi kaki dan tangannya terus gemetar. Tampaknya, dia sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja dia alami. Bagaimana tidak, dia hampir saja tertabrak oleh pengendara motor itu jika Tiffany tidak mendorongnya. Pemandangan Tiffany tergeletak tidak berdaya dengan darah yang mengucur dari lengan dan kepalanya, membuat sekujur tubuhnya menjadi lemas dan gemetar bersamaan. Sebenarnya, Aileen melihat motor itu melaju ke arahnya

