“Sepertinya, papan nama ini sudah harus diganti.” Christian memperhatikan sebentar papan nama itu, kemudian memperlihatkan pada Arthur dengan senyuman miring. “Bukankah sudah saatnya kau mengembalikan jabatan ini kepada pemilik aslinya?” “Tentu saja. Kapan pun kau ingin kembali bekerja, aku akan dengan senang hati menyerahkan jabatan ini kembali padamu.” Bukannya tersentuh dengan ucapan Arthur, Christian justru menampilkan senyuman sinis dengan sedikit sentuhan aura dingin. “Aku tidak percaya kau dengan mudah menyerahkan jabatan ini padaku.” “Karena sejatinya, jabatan ini memang milikmu. Aku hanya menjaganya sampai kau kembali bekerja,” balas Arthur dengan tenang. “Kemurahan hatimu ini, justru membuatku takut. Jangan-jangan kau memiliki rencana untuk menyingkirkanku selamanya setelah i

