Arthur tiba-tiba saja menarik tangan Calina hingga terduduk di pangkuannya dan langsung mencium bibirnya di depan Tiffany. Calina yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya bisa mematung dengan kelopak mata yang melebar. Begitupun Tiffany tampak membeku di tempat, bahkan mata wanita itu tampak sudah berkaca-kaca. “Bagimana? Sudah percaya?” ujar Arthur setelah menjauhkan wajahnya dari Calina. “Perlu kau tahu, sebentar lagi kami berdua akan menikah. Jadi, aku minta padamu, jangan pernah mencariku lagi.” Tiffany tidak mengatakan apa-apa dan hanya berlari keluar dari kediaman Arthur dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya. Ketika melihat itu, seperti ada awan hitam melintas di mata Arthur. “Bangunlah.” Calina yang sejak tadi masih mematung dengan ekspresi terkejut, akhirnya bangkit ter

