Evana berdiri di depan pagar rumah kedua orangtuanya dengan d**a yang terasa sesak. Di belakangnya, dua mobil hitam berhenti. Satu dikendarai Reno—pengawal sekaligus sopir pribadi yang ditugaskan Elvano—dan satu lagi berisi dua pengawal tambahan atas permintaan Elvano juga. Langit pagi itu cerah, tapi hati Evana justru mendung. Ia menarik napas panjang sebelum melangkah masuk. Rumah itu masih sama: cat dindingnya mulai pudar, beberapa bagian genting terlihat rapuh, dan pekarangan kecil di depannya tampak tak terurus. Begitu kakinya menyentuh teras, suara Bu Ratna langsung terdengar. “Eva! Baru muncul kamu sekarang?!” Evana memejamkan mata sejenak. Ia tahu akan begini. Tetap saja, suara itu menusuk. Ia melangkah masuk, berusaha tersenyum meski wajah ibunya langsung terlihat muram. “Bu,

