54. Kemarahan Elvano

1251 Kata

Tangan Elvano yang besar dan hangat menggenggam tangan Evana begitu erat ketika mereka keluar dari pantry. Genggaman yang bukan hanya membuat Evana terkejut, tetapi juga membuat seluruh isi kantor seperti ikut menahan napas. Para karyawan yang berada di meja kerja masing-masing langsung menghentikan aktivitas mereka. Ada yang pura-pura sibuk membuka laptop, ada yang berpura-pura menelpon, dan ada juga yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran mereka. Semua tatapan secara otomatis tertuju pada tangan keduanya yang bertautan. Belum lagi jas mahal milik Elvano yang kini membungkus tubuh Evana, menutupi noda kopi yang tadi menimpa kemejanya. Pemandangan itu seakan jadi bukti nyata bahwa hubungan bos besar mereka dengan staf yang selama ini terlihat biasa-biasa saja ternyata tidak seseder

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN