Bab 117. Kabar Bahagia yang Sama

1170 Kata

Sore itu suasana di kediaman Victor dan Meisya tampak begitu teduh. Di teras belakang yang menghadap ke taman kecil dengan pancuran air yang gemericik, Victor sedang duduk di kursi kayu jati. Di tangannya terdapat sebuah buku cerita bergambar yang sedang ia bacakan untuk putra pertamanya, Vino. Vino yang kini sudah berusia empat tahun, tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat mirip dengan Victor, memiliki sorot mata yang tegas, dan senyum yang sangat manis warisan Meisya. "Lalu, sang ksatria pun berhasil menjaga kerajaannya dengan aman karena dia punya cinta yang besar di hatinya," ucap Victor dengan suara baritonnya yang kini terdengar jauh lebih tenang dan damai. "Cinta itu apa, Papa?" tanya Vino sambil mendongak, matanya yang bulat menatap sang ayah penuh rasa ingin tahu. Victor te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN