Aku Memang Menyiksa Diri

1104 Kata

Cahaya matahari pagi yang menyilaukan menerobos celah tirai blackout yang tidak tertutup sempurna, jatuh tepat di kelopak mata Arunaya. Aru mengerjap, kesadarannya kembali secara perlahan seperti kepingan puzzle yang disusun satu per satu. Hal pertama yang ia rasakan adalah rasa kaku di sekujur tubuhnya. Lehernya pegal, punggungnya terasa seperti di palu, dan kepalanya berdenyut berat, sisa dari hangover akibat obat bius dan dehidrasi. Aru mencoba bergerak, namun tubuhnya terasa berat. Ia menunduk, melihat tubuhnya sendiri. Napas lega berhembus pelan dari bibirnya yang kering. Ia masih mengenakan gaun malam velvet hitam itu. Lengkap. Sepatu hak tingginya memang sudah dilepas, tapi gaun itu masih membalut tubuhnya rapat-rapat. Kerah tingginya masih menutupi lehernya. "Syukurlah..." b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN