Pengakuan Mendadak.

1034 Kata

"Yang lebih cepat daripada itu." Kila sempat memikirkan kalimat Aldi, membuatnya bertanya-tanya cukup lama. Apa yang ia maksud dengan kendaraan, yang katanya mampu melaju cepat ke tempat tujuan, tersebut? "Darimana kamu bisa mendapatkan sepedah motor ini?" takjub, gadis itu sampai menjatuhkan rahangnya terpesona. "Ada, pinjam di teman sekitar sini." "Aku mengenalnya?" Hanya dibalas dengan mengangkat bahu sekilas, Aldi justru diam-diam tersenyum mengamati kendaraan di depannya. Usai Aldi membawa Kila ke depan gerbang rumah sakit, baru gadis itu ketahui kendaraan yang dimaksud adalah sepedah motor. "Di, kamu serius mau pulang dengan ini? Sudah ada kartu sim?" Kila memastikan, ini demi keselamatan bersama. Walau Aldi sudah seringkali bercerita soal hobbynya, rupanya Kila tak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN