Black Card.

1052 Kata

Ghina berjalan dengan tatapan waspada, memerhatikan sekelilingnya. "Kenapa tiap kali aku mengalihkan pandangan, rasanya seperti mereka semua menatap ke arahku?" bisik Ghina, tanpa sadar. Ia merasa begitu terganggu dengan ini semua. Wanita berpakaian muslimah itu sengaja memutuskan segala kontak atau interaksi apapun dengan orang lain, menunduk dan hanya pokus pada tujuannya saja. Padahal, dengan sikapnya yang seperti itu justru mengundang rasa curiga. Semakin memancing keingintahuan semua orang padanya. "Permisi," berbisik dengan suara sepelan mungkin, pertama-tama Ghina menghampiri salah seorang pelayan di Mall. "Maaf mengganggu waktunya, Mbak." "Eum, aku mau pastikan sesuatu, apa boleh?" imbuhnya, melontarkan tanya. Meminta ketersediaan dari pelayan di sana untuk membantu. Tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN