Rahasia Barong Seketi

1290 Kata

Debu jalanan beterbangan di bawah langkah kaki Revan dan Dika yang terburu-buru. Matahari yang mulai tepat di atas ubun-ubun seolah tidak menyurutkan rasa dingin yang masih mendekam di tulang belakang Revan. Sesekali Revan melirik ke belakang, memastikan tidak ada lagi sisik hitam raksasa yang membayangi mereka. "Dik, gue peringatin ya, jangan pernah lo ceritain kejadian tadi ke siapa pun. Tutup mulut lo rapat-rapat, jangan bikin Cici sama Vita ketakutan, apalagi warga desa. Gue nggak mau ada geger-geger nggak jelas," bisik Revan dengan nada rendah yang sangat serius, matanya menatap tajam ke arah Dika. Dika menelan ludah, wajah konyolnya masih terlihat pucat pasi. "I-iya, Van... gue nggak bakal bilang-bilang. Sumpah! Mulut gue udah gue gembok pake kunci gudang. Tapi buset dah, Van... it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN