Langkah menuju Kota Astapura

1153 Kata

Matahari Desa Gadita sudah mulai condong, memancarkan semburat jingga yang jatuh di atas tanah merah yang kering. Revan melangkah keluar dari halaman rumahnya dengan beban tas kain yang tersampir di pundak. Hatinya masih terasa berat, bayangan wajah Cici dan Vita yang sayu saat melepasnya tadi terus menempel di kepala. Revan berulang kali beristigfar dalam hati, mencoba menguatkan imannya yang sempat goyah digempur godaan kedua adiknya di dalam kamar tadi. "Van! Tunggu napa! Karung gue nyangkut di pager nih, buset dah!" ucap Dika yang tertinggal di belakang sambil berusaha menarik karung goninya yang tersangkut kayu pagar. Revan berhenti sejenak, ia menghela napas panjang melihat tingkah sahabatnya yang d***o itu. "Buruan, Dik! Kita udah ditunggu Pak RT Sukardi. Jangan kayak anak kecil g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN