CATATAN ALUR: Bab ini sepenuhnya berfokus pada sudut pandang Mbah Sutrisno. Menceritakan kehancuran total sang dukun setelah bentrokan ghaib di depan rumah Revan. Tanpa kehadiran tokoh lain. PERINGATAN KERAS: Naskah mengandung konten kekerasan visual, bahasa kasar, dan narasi ghaib (18+). Hanya untuk pembaca dewasa. Lumpur sawah yang dingin dan berbau busuk masuk ke dalam lubang hidung Mbah Sutrisno, memaksanya tersedak hingga paru-parunya serasa mau meledak. Di bawah langit Desa Gadita yang penuh bintang—yang kini tampak seperti mata-mata langit yang menertawakan nasibnya—Mbah Sutrisno terkapar seperti bangkai anjing yang dibuang. Tubuh tuanya meringkuk, gemetar hebat bukan karena suhu malam, melainkan karena syaraf ghaib di sekujur tubuhnya baru saja diputus paksa oleh energi yang ti

