Perasaan Yang Tersampaikan

1367 Kata

Beberapa menit berlalu, dan Nathan akhirnya menemukannya. Pria itu berjalan dengan langkah cepat, napasnya sedikit terengah. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran. “Alina, kenapa kau pergi begitu saja? Aku mencarimu,” katanya. Alina hanya menatapnya, tidak tahu harus berkata apa. Ada banyak hal yang ingin dia utarakan, tetapi semuanya terasa terlalu rumit untuk dijelaskan. Akhirnya, dia hanya menggeleng pelan. “Tidak apa-apa. Aku hanya ingin berjalan-jalan sendiri,” jawabnya singkat. Namun, Nathan tidak bodoh. Ia bisa melihat ada sesuatu yang salah. “Kau marah karena aku menari dengan wanita tadi?” tanyanya langsung. Pertanyaan itu membuat Alina terdiam. Ia menunduk, merasa malu mengakui perasaannya. Namun, akhirnya dia mengangguk pelan. Nathan menghela napas panjang. “Aku tidak berma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN