EXTRA PART 2

2867 Kata

Masih teringat di benak Zivanna hari ketika Rajendra pulang dengan wajah belepotan oli hitam, pipinya berkilat, rambutnya kaku oleh kotoran, dan tangannya bau besi setelah seharian ikut sang Ayah ke Lanud. Tangisnya pecah hanya karena tidak diizinkan menyentuh roda pesawat tempur yang terparkir di apron. Sejak saat itu, Zivanna berjanji pada dirinya sendiri bahwa cukup sekali ia mengizinkan si kecil ikut dalam hiruk pikuk dunia militer. Maka ia berbincang panjang dengan Hakim, meminta agar Rajendra diarahkan dengan cara lain, dengan guru yang bisa membawanya ke arah yang lebih lembut. Hakim setuju, dan semenjak itu setiap siang seorang tutor datang ke rumah, mengajari Rajendra bukan hanya bermain puzzle, tetapi juga mengeja kata-kata asing selain Inggris dan Mandarin yang sudah lebih dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN