"Lagi ngapain, sih? Sibuk banget." Pulang-pulang bukannya mandi, makan, atau nempelin istri, bahkan anak pun dicuekin, Awan malah langsung menjamah laptopnya. Bercinta dengan rangkaian kata di dokumen yang entah apa maknanya, mata Awan fokus ke sana. "Iya, nih, Ai. Guntur bentar lagi mau pulang, aku mesti siapin bahan buat rapat para petinggi perusahaan kami nanti." Eaaak! Nara mencibir. "Perusahaan in your dream?" Yang masih dalam kehaluan itu, masih berwujud imajinasi. Awan mengangguk, membenarkan. Nggak salah kok, memang betul masih berbentuk impian. Kan, baru mau dirapatkan. Masih proses perencanaan. Namun, Awan berani jamin, ini tak sekadar wacana apalagi sampai dilabeli kata forever setelahnya. "Rapatnya sama siapa aja emang? Banyakan?" Gitu-gitu Nara penasaran, karena fokus Aw

