Jilid II - 104: Kelakuan Para Bencana

1774 Kata

Kembali pulang. Tak terasa waktu pesat berlalu, kini Nara sudah berpindah ke rumah sebelah, alias kediaman Kakek Altarik yang sudah almarhum sekarang. Selama masa pemulihan, Nara betul-betul dilayani sama Awan. Entah karena efek bucin atau memang itulah bentuk kasih sayang suami terhadap istri. Tak jarang juga Nara disuapi, dititah makan tepat waktu, lalu Nara diberikan segala hal yang dia mau termasuk nasi goreng buatan suami. Awan bersedia memasaknya, padahal dia bukan cowok setipe papi, yang mana Alam Semesta sempat menjadi bapak rumah tangga. Jadi Alam bisa masak, sedangkan Awan sama sekali tidak. Seperti sekarang. "Ma, garemnya segimana?" teriak Awan. Dia pakai celemek bunga-bunga warna biru langit, berdiri di depan kompor dan wajan. Sedang masak tumis kangkung terasi, Nara minta i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN