Alih posisi, saat ini, di kediaman keluarga Semesta, terkait Wala. Bocah itu habis jatuh sampai-sampai giginya patah sebelah, menangis hebat, Wala pun digendong terus oleh papi. Manjanya kumat. Alam dengan senang hati memanjakannya. Dia usap-usap punggung mungil putra sulungnya bersama Ranasya. "Jep, Sayang, jep." Menenangkan ala bapack-bapack. Wala masih sesenggukan. Bibirnya pun terbentur gara-gara jatuhnya itu. Nggak ada yang mesti disalahkan pada jatuhnya Wala saat ini, itu sebab dia yang lari-lari aktif sendiri, tersandung kaki sendiri pula, dan gubrak berikutnya. Menjerit mula-mula. Uh, pasti ngilu dan sakit. Alam langsung lari tergopoh menghampiri anaknya. Rana juga, padahal dia sedang mengasuh Bintang dan Nirwana. "Minum dulu, Sayang," ucap Rana. Biar giamana pun Wala itu anakny

