Jilid II - 76: Tiga Tuyul Awan

1565 Kata

Cakrawala. Dia belajar banyak hal dari abangnya, Langit, suhu. Makanya, tak heran bila dia mengerti ini dan itu. Wala adalah gambaran anak-anak yang lucu, cerdas, kritis pula. Jadi, aneh kalau sehari saja Wala tidak menyebutkan kata yang seharusnya belum ada dalam kamus hidup anak sepantarannya. Perjaka, misalnya? Hal yang membuat Awan menyentil bibir adiknya, pelan. Wala pun mengerucutkan bibir itu. Sungguh, jari Bang Awan nggak sopan. Wala menatap sinis sosok gerangan. Sedang di lain human, ada Nara dan Papi Alam, mereka berbincang ringan. "Papi bawa bunga sama buah, Papi simpan di sini, ya," kata Alam. Nara senyum kikuk di tempatnya. "Eng ... iya, makasih, Pi." Aneh rasanya. Sampai punya anak empat pun Nara belum luwes bicara bersama mertua, mengingat siapa pula papinya Awan, yang n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN