Jilid II - 78: Mulai Nakal

1550 Kata

Siang itu, Minggu, Awan libur segala-gala. Akhir pekan adalah waktunya dia bersama keluarga. Masih tetap bermalam di kediaman Mama Naya, sebab ada orok di antara Awan dan Ainara. Eh, bayi maksudnya. Tiba di hari ketujuh meninggalnya Kakek Altarik, hujan datang membasahi buminya manusia. Di mana saat itu ibu kota rasanya panas sekali, dalam artian: gerah. Iya, hujan. Namun, super hareudang. Ah, iya, sampai saat ini Awan belum memberi mama pada bayinya. Hanya panggilan kecil untuk sementara saja sebelum Awan resmikan pada acara akikah. Nara biasa memanggil baby mereka dengan sebutan 'Princess', sama seperti mama dan papa kepada cucu perempuannya itu. Sedang Awan hanya panggil 'Baby', itu panggilan mesranya kepada sang buah hati, yang sore ini akan Awan beri nama secara resmi. Yap! Akikahn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN