Jalanan kota yang padat merayap benar-benar membuat Ibra hilang kesabaran dan hampir gila. Istrinya yang duduk setengah terbaring di jok tengah tampak meringis kesakitan. Genggaman tangannya mencengkram kuat, hingga Ibra kian ketar ketir takut terjadi sesuatu pada bayi-bayinya. "Sialan! Kenapa macet begini?!" Mulut Ibra kembali mengumpat, di saat genting malah ada saja kendalanya. "Sabar dulu ya Frey, sebentar lagi kita sampai kok."ucap Sifa. Freya hanya mengangguk, nafasnya tersengal karena menahan sakit yang makin menjadi. Belum lagi rasa takut memikirkan keadaan kedua bayi di perutnya. "Kamu kenapa nggak bilang dari tadi sih Yang?" "Bisa diam tidak?! Sakit!" bentak Freya keras. Mereka sontak diam melongo, terlebih lagi Ibra. Melihat istrinya melotot dengan wajah pucat dan meringis
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


