Ibra kembali mendekat ke ranjang dimana Dini terbaring di atasnya. Dokter sudah melepas semua peralatan medis di tubuhnya. Leon masih di sana, menangis dalam diam dengan tangan yang menggenggam erat tangan Dini. "Aku tidak tahu ada masalah apa kamu dengan Dini, sampai membuatmu begitu merasa bersalah padanya. Tapi Yon, setidaknya sebelum pergi dia sudah memaafkanmu." ucap Ibra yang tidak sampai hati melihat Leon tersiksa rasa bersalahnya. "Aku menyukainya, sangat. Tapi sayangnya dia menyukai orang lain. Aku selalu sengaja mengajaknya bertengkar dan membuatnya marah, supaya dia mau sebentar saja melihat padaku." ungkap Leon sambil terus menatap wajah Dini dengan tatapan penuh penyesalan. Untuk pertama kalinya Ibra melihatnya menangis. "Tapi Bang, hari ini kata kataku sudah melewati bata

