"Iya," Satria mengangguk membenarkan. "Memangnya sejak kapan mereka akrab?" tanya Ibra yang masih tampak keheranan. Satria hanya mengedikkan bahunya. Bagaimana Ibra tidak merasa aneh, sedangkan biasanya Bian begitu tidak menyukai Reza. Bicaranya selalu ketus dan pasang muka jutek setiap kali berhadapan dengan Reza, lalu kenapa mereka bisa sampai bertemu di Golden? Atau ada hal lain yang mereka coba sembunyikan darinya. "Belum selesai ya?" Mereka menoleh, Freya datang bersama Martha dan Danang yang mendorong kursi rodanya. "Belum. Kenapa ke sini? Nanti pusing lagi seperti tadi sore," ucap Ibra sambil menarik kursi roda istrinya mendekat ke arahnya. "Kamu suruh Freya menunggu di kamar juga percuma Ib, yang ada malah makin tidak tenang kepikiran papanya terus." Martha menyahut sambil ber

