"Kalian main airnya tidak boleh terlalu ke tengah, bahaya!" Aksa membawa Cello dan Liam yang sedang bermain air kembali menepi. Masih dengan tawa senangnya kedua bocah itu berlari menghampiri Vian, Letta dan Key yang sedang menggali pasir. Ada Abimanyu, Bian, Naresh, Johan dan Andre yang sedang duduk mengawasi bocah-bocah itu di sana. Sedangkan tidak berapa jauh dari tempat mereka, Dirga dan Enda bermain gitar dan drum di panggung live musik yang memang disiapkan untuk acara besok. "Raka kok belum sampai juga? Pesawatnya jam berapa?" tanya Naresh. "Sudah hampir sampai sini, dijemput Wira di bandara. Baru saja chatnya masuk," jawab Bian sambil membersihkan rambut anaknya yang kotor kena pasir. "Mereka jadi berangkat bareng?" Bian mengangguk. "Jadi." "Nanti main air lagi ya Pa?" seru

