Bab.159 Sahabat Terbaik

1823 Kata

Kejadian semalam sepertinya membuat Ibra tidak bisa tidur nyenyak. Andai saja bukan Jo, dia pasti akan dengan senang hati langsung menyelesaikan semua dengan caranya sendiri. Seperti Reza dulu misalnya, yang pernah dia buat patah kaki dan terkapar di rumah sakit. Masih sangat pagi, tapi Ibra sudah terlihat bermandikan keringat di ruang gym villa mereka. Setelah puas menjadikan samsak sebagai pelampiasan kekesalannya, dia sekarang duduk di lat pulldown machine dengan keringat yang terus bercucuran. Sampai kemudian seseorang muncul dari balik pintu yang baru saja dibuka dari luar. Ibra sempat mengernyit melihat wajah Jo yang babak belur. Dia sangat yakin semalam hanya meninjunya sekali di pipi kiri, tapi sekarang malah ujung bibir Jo juga bonyok. Alih-alih menghampiri Ibra, Johan justru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN