Sila merasa tubuhnya tiba-tiba saja tak bertulang. Ia jatuh terduduk di kursi kerja—yang ia yakini sebagai kursi kerja Alle, saat pria itu bekerja di apartemen. Setelah selesai memasak, dan menyiapkan meja makan—yang ia tata sedemikian rupa untuk mengesankan pria itu, entah mengapa Sila ingin membersikan kamar Alle. Sebagai bonus kesungguhannya untuk mengesankan sang kekasih. Dia sudah bertekad untuk memperbaiki hubungan mereka. Tidak apa-apa kali ini ia mengalah. Menjadi pihak yang terlihat memohon agar hubungan mereka kembali seperti semula. Mengharapkan Alle yang memulai terlebih dahulu—Sila tidak yakin akan sanggup untuk menunggu, sedang pria itu bahkan tidak bisa menjawab berapa lama waktu yang dia perlukan sebelum mau bicara dengannya. Membuka pintu kamar, langkah wanita itu terhela

