Extra Part 17: Untuk Garda

1105 Kata

Akhirnya, rapat orang tua atas permintaan Gea terkait kasus Garda pun dilaksana. Tak peduli jikalau dirinya akan semakin dikucilkan di sini, yang penting ada sanksi tegas atau omongan. Hari itu. Gea menyambut Garda yang keluar dari kelasnya, memberi senyuman, menjulurkan tangan, yang Garda balas dengan senyum juga, meraih genggaman tangan sang mami. "Makan siang di lual lagi, yuk, Mi? Galda mau beli lolade." "Oh, Garda suka rolade?" Bocah itu mengangguk. Telah Gea bantu pasangkan sabuk pengaman di tubuhnya, pun dia usap kepala putranya. "Tadi gimana di kelas? Masih ada yang suka nakalin, nggak?" "Nggak ada, kok. Cuma Galda duduknya udah paten nggak sama Imam lagi. Ada peltukalan teman sebangku tadi." "Jadi, Garda duduk sama siapa sekarang? Apa sendiri?" "Sama Panji Gumelal." "Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN