Beberapa bulan setelahnya. Jesicca nampak memperbaiki letak tidurnya. Ia sudah berguling ke kanan dan kiri. Namun, tetap juga tidak bisa menemukan posisi yang pas, untuk ia terlelap malam ini. Sebuah hembusan napas kasar terlihat. Dari mulutnya, ia bahkan berdecak kesal juga dan bersiap untuk mengamuk. "Ck! Ih! Mau tidur juga kenapa susah sih??" keluh Jesicca dan Aaron yang berada di samping tubuh Jesicca, yang sedang mengecek pekerjaannya nampak menoleh cepat-cepat, lalu meletakkan macbook-nya dulu di atas nakas dan mendekati Jesicca. "Kenapa sayang?? Hm? Kamu Kenapa?" tanya Aaron bertubi-tubi antara khawatir dan juga panik. Apalagi, sudah memasuki bulan-bulan akhir masa kehamilan istrinya ini. "Nggak bisa tidur, Mas. Serba salah. Miring ke kanan sakit pegel ke kiri juga sama," keluh

