Bulan masih menunggu di luar, akan tetapi pintu ruangan itu belum juga dibuka dan dirina belum dipersilahkan untuk masuk. Waktu sudah menunjukkan hampir jam dua belas malam, Bulan sama sekali belum beranjak dari kursi tunggu. Ponselnya berdering, panggilan masuk dari ibuk. Bulan menarik nafas perlahan, jika ia tidak menerima panggilan telepon dari ibunya, itu artinya sama saja ia membiarkan sang ibu berlama-lama dalam kekhawatiran. Ponselnya masih berdering, ia menggeser layar berwarna hijau ketika panggilan telepon itu hampir mati. Bulan mendekatkan benda canggih tersebut pada telinganya. "Bulan, kamu dimana? Ini sudah larut malam, kamu jangan buat ibuk khawatir." Suara wanita paruh baya itu sedikit bergetar, antara kesal dan khawatir. "Aku ...." Bulan menjeda ucapannya, ia

