Berpacu dengan waktu, Tristan berusaha tetap tenang meskipun sebenarnya pria itu merasa panik. Ia harus tenang agar bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi dengan hati-hati, sambil berharap jalanan bersahabat dengannya. Sungguh, ia tidak pernah menduga istrinya akan melahirkan hari ini. Apa yang dialami benar-benar mendadak. “Hati-hati nyetirnya, Mas. Aku baik-baik aja, masih bisa tahan dengan sakitnya,” ucap Tantika sambil menahan kram seperti gelombang kuat yang datang berulang. Perut mengencang, nyeri menusuk, lalu sedikit reda sebelum kembali lagi. Tantika menahan napas, keringat semakin membasahi keningnya, tubuhnya tegang tapi ia berusaha tetap tenang. Sakitnya memang tak bisa diabaikan, hanya saja masih dalam batas yang bisa ditahan. “Ya, mas usahakan kita tiba di rumah sakit sec

