Hansel dan Amel masuk ke rumah orang tua Hansel. Hansel melihat ibunya yang sedang menyusun makanan di atas meja. “Pelayan dan juru masak kemana?” tanya Hansel, menatap pada ibunya yang balik menatap padanya. “Di dapur. Kamu dan Amel tidak pulang ke rumah kalian?” tanya Teresa datar. Padahal dalam hatinya merasa senang melihat putranya pulang ke rumah ini, menggandeng tangan Amel begitu mesra. Teresa berharap Hansel sudah mau untuk menikah sungguhan dengan Amel, dan tidak mengatakan kata cerai untuk Amel. “Mama usir kami? Ini rumah yang paling dekat setelah kami menempuh waktu hampir tiga jam. Kasihan Amel, semalam dia tidak tidur dan paginya juga tidak bisa terlalu istirahat. Jadi, Hansel bawa dia ke sini. Kalau tidak boleh di sini kami akan pulang.” Hansel menghela napasnya kasar,

