Hana menatap Marko yang duduk di depannya. Hana datang ke apartemen Marko yang tidak pernah diketahui oleh siapapun. Kecuali Hana. Apartemen yang dibeli oleh Marmko sebulan yang lalu. Setelah Marko merasa risih dengan kedua temannya yang mencoba untuk kepo dan mengikuti dirinya dengan Hana terus. Lalu mengatakan hal yang sangat menyebalkan sekali di dengar oleh Marko. “Kau mau memutuskan ku?” tanya Marko menunduk. Entah kenapa dirinya memikirkan sekarang, kalau Hana akan memutuskan dirinya. Tidak! Marko tidak mau menerima Hana yang mencoba untuk memutuskan dirinya. Demi napasnya yang masih ada di dalam raganya sekarang. Marko hanya mau Hana berada di sampingnya dan jangan pernah mencoba untuk memutuskan dirinya. Hana menggeleng. “Nggak. Aku cuman mau mengatakan, apakah kita bisa berj

