“Kau sudah menemukan Amel dimana?” tanya Hansel menatap pada Jovan dan Jenan yang duduk di depannya. Kedua lelaki itu menggeleng, mereka tidak bisa menemukan dimana Amel berada. Wanita itu seolah menghilang dan tidak bisa ditemukan. Bahkan mereka sudah mengerahkan banyak orang untuk mencari Amel. Tapi bukannya menemukan Amel, malah mereka selalu kehilangan jejak. “Kemarin dia katanya di Semarang. Tapi saat kami ke Semarang tidak menemukan Amel. Dia seperti tertelan bumi. Tidak mau ditemukan. Mungkin dia memang sudah tidak mau kembali padamu.” Jawab Jenan santai sambil memakan makanannya. Jenan menyeringai. “Kenapa menatapku seperti itu? Kau tidak suka aku bilang seperti itu?” tanya Jenan. “Dia masih mencintaiku. Sampai kapanpun dia tetap akan menjadi milikku. Amel tidak akan pernah

