113. Maaf, Ma

1603 Kata

DOR! DOR! Bunyi tembakan dua kali terdengar di dalam rumah. Teresa menatap puas melihat Jenita yang sudah tidak bernyawa di depannya. Jenita yang sudah mati dengan jantungnya yang ditembak oleh Hansel. Teresa berdiri dari tempat duduknya. Lalu menatap pada putranya yang tampak tegang dengan wajah yang penuh dengan peluh keringat. Teresa tertawa kecil. “Hansel, kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Kau harusnya senang karena wanita itu sudah mati. Mati, nak. Apa yang kau lakukan itu memang sudah sangat tepat sekali. Jangan merasa bersalah.” Ucap Teresa menepuk pundak Hansel. Hansel menatap Jenita yang sudah tidak bernyawa dan semua itu karena dirinya yang membunuh wanita itu. Perlahan Hansel mendekati wanita itu, menatap pada mayat Jenita yang tergolek di depannya. Hansel menat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN