“Hansel, kau tidak datang ke apartemen? Aku mau dipeluk.” Jenita yang masuk ke dalam ruangan kerja Hansel, menatap pada Jefian yang ada di dalam sana dan menatapnya dengan tatapan tajam. Jenita mengibaskan rambutnya ke belakang dan berjalan memasuki ruangan kerja Hansel. Mata Jenita membalas tatapan tajam dari Jefian. Jenita melangkah mendekati Hansel lalu duduk di atas pangkuan Hansel. Di depan kakaknya, ia mengalungkan tangannya dan mencium bibir Hansel sekilas. Jenita tertawa kecil melihat kakaknya yang tangannya terkepal dan mata itu penuh kemarahan. “Hansel sayang, kenapa tidak datang ke apartemen semalam? Anak kamu di dalam perut aku rindu sama kamu, dia mau kamu peluk.” Ucap Jenita manja dan menggerakkan pantatnya di atas pangkuan Hansel. Hansel risih dengan Jenita yang dudu

