“Aku mau kerja lagi! Jadi sekretaris kamu!” Hansel mendengar ucapan istrinya tersebut tidak jadi menyendok makanannya. Matanya menatap pada Amel yang duduk di depannya. Mata wanita itu tidak memancarkan yang namanya candaan. Hansel meletakkan sendoknya lalu melipat tangannya di atas meja. “Kenapa kamu mau kerja?” tanyanya. Amel menatap suaminya penuh selidik. “Kamu pulang malam terus belakangan ini, Mas! Kamu selingkuh!” Tuduhan yang barusan dilayangkan oleh Amel pada dirinya, digelengi oleh Hansel. Mana ada dirinya selingkuh, istrinya ini sembarangan menuduh saja. Hansel tidak akan berani untuk selingkuh dari Amel. Ia hanya memikirkan Amel dan anak kembarnya setiap hembusan napasnya. Bahkan Hansel saat bekerja ingin cepat pulang, untuk menemui istrinya ini. “Kamu jangan asal men

