“AMELLL KAU DI SINII!” Napas Amel semakin tercekat. Jangan sampai… “Bukan Amel. AMEL KAU DIMANA? AKU MENYESAL SAYANG! MAAFKAN AKU. AKU TIDAK AKAN BERTANGGUNG JAWAB PADA JENITA!” Amel menghela napasnya lega. Amel membalikan tubuhnya. Amel menegang ketika melihat Hansel yang tertawa kencang dan terus mendorong Jenita. Lelaki itu memegang tangan wanita lain yang perawakannya memang persis seperti dirinya. Amel terkejut melihat Hansel yang kembali mencekik Jenita. “JALANG! KAU YANG MEMBUAT AMEL PERGI! ANAK HARAM ITU BUKAN ANAKKU! AKU TIDAK PERNAH MENGHAMILI MU!” bentak Hansel masih mencekik Jenita. “Lepaskan! Amel su-dah pe-rgi han-sel le-pas-kan-” Jenita kesusahan untuk bicara dan terus memukul tangan Hansel yang mencekik dirinya. Hansel mendengar apa yang dikatakan oleh wanita it

