Amel melihat pada ibu mertuanya yang duduk di depannya sekarang dua minggu kepulangan Amel dan Hansel dari Paris. Kini Amel memberanikan diri untuk berbicara dengan ibu mertuanya. “Ma, Amel mau bicara sesuatu.” Amel menarik napasnya perlahan dan melepaskannya perlahan. Sungguh dia merasa gugup sekali, ketika ibu mertuanya melihat pada dirinya sekarang dengan pandang lurus. “Hem, kau mau bicara tentang Haiden?” tanya Teresa. Amel mendengar itu mengangguk. “Iya. Amel tidak mau anak Amel sedih karena dilarang untuk bertemu dengan Joviola. Ma… mereka masih- “Kecil? Ya. Mama tahu mereka masih kecil. Tapi bisa saja mereka nanti- “Ma… Amel tahu kalau Mama sangat takut sekali kalau keduanya menjalin hubungan. Karena keluarga. Tapi, mereka bisa bersama, Ma. Tidak seperti Mas Hansel dan Ta

