Dhevi memegang kulit oma buyutnya dari tadi, sesekali ditariknya kulit yang sudah keriput itu. "kenapa dek?" tanya Nandi yang tadi memperhatikan Dhevi. "Kasihan kulit Oma uyut kusut popa, panggil mbak Ninis aja biar dibenerin," jawab dhevi dengan raut wajah serius. "Kenapa mbak Ninis, memangnya mbak Ninis dokter?" tanya Nandi. "Kalo baju mama kusut dikasih ke mbak Ninis, nanti jadi nggak kusut lagi." Oma buyut tertawa mendengar teori Dhevi, dia pikir malah mau dikasih krim perawatan mbak Ninisnya. Nandi yang juga tertawa kini mendekati Dhevi. "Itu kulit orang tua memang begitu dek, namanya keriput, bukan kusut," jelas Nandi. Dhevi menoleh ke popanya," Tapi popa nggak, nggak keriput kayak oma uyut," ucap Devi sambil meraba tangan Nandi dan juga mengusap pipi Nandi yang masih jauh da

