Pengusiran dan Penolakan

2358 Kata

Alyan coba meneleponku sejak kejadian kemarin. Berkali-kali. Beberapa pesan pun masuk. Dia minta aku memberinya kesempatan untuk bicara. Tapi, aku sungguh tidak ingin bertemu dengannya. Aku mengabaikan semuanya, sampai mematikan ponsel. Kondisiku pun buat Daddy dan Mommy khawatir. Aku merasa bersalah karena tidak memercayai mereka. Meragukan keputusan mereka yang menjaga perasaanku dengan menjauhkan aku dan Alyan. Semalam aku meminta waktu untuk sendiri. Mengurung diri di kamar, menangisi patah hati terbesarku sampai aku meringkuk dan tertidur. Terbangun esok paginya oleh ketukan pintu. Aku duduk termenung, mengusap wajah. Yakin bila wajahku sangat buruk dengan mata yang bengkak. Sekali lagi terdengar bunyi ketukan di pintu, serta seruan Mommy buat aku segera beringsut turun. Menyisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN