“Bagaimana kondisi Alyan?” tanya Mommy sesaat aku berhenti menangis dan tenang. “Aku belum menemuinya.” Jawabku jujur. Sejak tadi yang aku tunggu adalah Mommy atau Daddy. Sampai-sampai aku belum menemui Alyan. Hanya mengirimnya pesan yang ia balas jika dirinya baik-baik saja. “Temui dia, katakan jika kita akan pulang ke Jakarta. Kita akan lihat keputusan Daddymu.” “Alyan juga. Jadwal penerbangan sore ini.” “Tapi, kondisinya? Apa baik untuk perjalanan kembali ke Jakarta?” Mommy terdengar khawatir. “Alyan terbiasa Mom, Daddy bukan orang pertama yang memukulinya.” “Fay..” tegur Mommy atas ucapanku. Aku terdiam. “Aku baru mau melihatnya jika sudah menemui kalian. Ternyata Daddy masih sangat marah. Dia tidak akan mau bertemu denganku.” lanjutku kembali murung. Mommy menghela nap

