Kemarahan Kaivan Lais

2251 Kata

“Lepaskan tangan kalian!” Daddy bicara lagi dengan nada marah dan tegas setelah beberapa waktu terdiam karena syok. Dia tidak suka melihat aku dan Alyan masih saling mengenggam tangan. Aku menggeleng, tegas bertahan tetap di sisi Alyan. Menolak melepaskan tangan darinya. “Fay, jangan buat Daddy lebih marah dari ini!” penuh ancaman. “Aku tidak apa, Fay.” Bisik Alyan. Aku menggeleng, “aku mencintai Alyan, Dad!” “Cinta? Lalu Sean, tunanganmu? Apa kamu amnesia, Fay?!” “Dad—“ “Masuk ke kamarmu, jangan keluar!” teriak Daddy. Aku sampai tersentak. Berjalan mundur. Tetap keras kepala, malah kian mengeratkan genggaman tangan kami berdua. “Fine! Kamu berhasil menguji Daddy, Fay Kaianna Lais!” Daddy, berdiri lalu dia menarik paksa agar genggaman tangan kami terlepas. Daddy mencengke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN