“Kamu mau ke mana, Aric?” tanyaku saat sedang duduk lesu di sofa ruang tengah. Sudah beberapa hari Mommy dan Aric juga ikut pindah bersamaku. Aku tahu ini jadi satu cara Mommy memberi Daddy waktu untuk merenungi. Meski begitu, aku tahu Mommy tetap cemas, ia tetap menanyakan keadaan Daddy pada orang-orang rumah. Mereka pasti menahan rindu satu sama lain, aku sudah pernah meminta Mommy untuk pulang, namun Mommy menolak. Lucunya lagi, Aric yang terlihat marah padaku karena keadaan rumah belakangan, justru tidak mau di tinggal Mommy, ia ikut pindah. Mungkin karena terakhir kali aku meminta maaf, ia telah memaafkanku. Sikapnya pun biasa lagi. Hari ini lebih tepatnya nanti malam jam tujuh, Alyan dan Sean akan naik area ring seperti yang mereka sepakati. Tetapi, aku tidak niat sama sekali unt

