Arjuna menatap satu persatu benda keramat yang semakin banyak memenuhi meja sofa ruang kerjanya di kantor. Bunga krisan putih di ujung meja yang mulai mengering sebagai simbol teror pertama untuk sang putri. Beruntung hari itu Arjuna yang melihatnya, sehingga langsung dia singkirkan sekaligus mengambil tindakan dan mencari pelaku yang berani-beraninya mengirimkan teror kematian itu. Sejak dia melihat memo di bunga kematian tersebut, Arjuna yakin jika itu bukan hanya sekedar teror iseng. Dan benar saja, hari selanjutnya ada kiriman yang langsung diantar naik oleh resepsionis di lobi, yang sudah Arjuna instruksikan untuk tetap menuju ke lantai Sera dulu baru diantar ke ruangannya. Sebab Arjuna memiliki intuisi jika si peneror pasti akan memastikan targetnya yang menerima kiriman itu

