jason duduk di bangku taman kampus dengan napas memburu, tangan meremas kaleng minuman kosong yang tak lagi ia hiraukan. teguran dari dosen pembimbing barusan membuatnya makin kesal. bukan hanya karena nama baiknya tercoreng, tapi karena sumber masalah itu adalah vivienne, gadis yang sejak awal memperlakukannya seolah-olah dia bukan siapa-siapa. dia tidak terima. “gue nggak bakal berhenti,” gumamnya pelan. “lo pikir gampang bikin gue kena tegur kayak tadi terus lo bisa lepas tangan?” dia kembali menatap layar ponselnya yang memuat foto vivienne diam-diam yang pernah ia ambil dari jauh. senyum puas muncul di sudut bibirnya. dia tak peduli dengan cara. dia ingin vivienne, dan itu berarti dia harus dapatkan. di sisi lain, vivienne duduk di kamar bersama valiants, keduanya tengah menekuni t

