Bab 139

1937 Words

Valiant menyandarkan tubuhnya di dinding koridor fakultas, matanya tak lepas mengamati dari kejauhan. Di tengah keramaian mahasiswa yang lalu-lalang, sosok Vivienne tampak tertawa pelan bersama seorang pria. Lelaki itu tidak asing. Jeremi. Dosen muda baru yang sejak awal sudah menarik perhatian banyak mahasiswa—terutama para mahasiswi—karena pembawaannya yang tenang, pintar, dan tampan. Namun bagi Valiant, semua itu hanyalah topeng. Ia tidak suka melihat adiknya dekat dengan Jeremi. Bukan karena iri, tapi karena naluri pelindungnya sebagai kakak kembar. Ia tahu bagaimana mudahnya Vivienne tersenyum pada seseorang, bagaimana mudahnya dia membuka hatinya tanpa sadar bahwa dunia tidak sehangat itu. Apalagi setelah kejadian penculikan tempo hari—Vivienne belum benar-benar pulih secara batin.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD