T (1) - TEKAD

2780 Words

"Jika demi mendapatkan hatimu aku harus menjadi pemeran antagonis, tidak masalah. Dengan senang hati aku akan melakukannya." —Eza— Eza merebahkan tubuhnya di atas mobil bagian depan. Tangan kanannya di lipat dibalik kepala sebagai pengganti bantal. Matanya nyalang menatap langit malam. Pikirannya tertuju pada gadis yang selama ini menjadi cinta pada pandangan pertamanya. Sebuah senyum pun terukir di bibir Eza kala otaknya memutar kembali memori pertemuan pertamanya dengan Naya. "Gue udah bilang kan, mendingan cek psikolog sana. Lama-lama lo beneran gila tahu!" cibir Daniel. "s****n lo!" Eza bangun dari posisinya. "Masih mikirin Naya?" "Menurut lo ada cewek lain?" Eza balik bertanya. Daniel tersenyum dan ikut duduk di atas mobil Eza kemudian mendongakkan kepalanya ke langit. "A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD